Selasa, 20 November 2007

cara penilisan daftar pustaka

· KUTIPAN

Kutipan harus sama dengan aslinya, baik mengenai susunan kata-kata, ejaan maupun tanda bacanya.
Kutipan yang panjangnya lima baris atau lebih, di ketik satu spasi dengan cara :

Baris pertama dimulai setelah tujuh ketukan dari margin kiri.
Barisan kedua seterusnya di mulai setelah empat ketukan dari margin kiri.
Contoh : Tentang manajemen kas Maurice D. Levi menyatakan :

The Objective of effective working-capital management in an international environment are both to allocate short term investments and cash balance holdings between currencies and countries to maximize overall corporate returns and to borrow in different money markets to achieve the minimum cost.(Levi, 1990, p.286)

Kutipan yang panjangnya kurang dari lima baris diketik seperti pada pengetikan teks biasa (dua spasi) akan tetapi diberi tanda kutip pada awal dan akhir kutipan.

Contoh : Menurut Bambang Riyanto “Pembelanjaan disatu pihak dapat sebagai masalah penarikan modal, dan dilain pihak dapat dipandang sebagai masalah penggunaan modal”.
Kalau kutipan itu perlu dihilangkan beberapa kata/bagian dari kalimat, maka pada awal kalimat itu diberi titik tiga buah.

Contoh :Teory Refleksivitas menurut 1 George Soros dalam The Alchemy Finance menyatakan bahwa:“… Functions need an independent variable in order to produce a determinate result, but in this case the independent variable of one function is the dependent variable of the other …” (Soros, 1994, p. 42).

Kalau di dalam kutipan yang panjangnya kurang dari lima baris terdapat tanda kutip (dua koma), maka harus diubah menjadi tanda kutip satu koma.

Contoh : “Reorganisasi yang disertai dengan penarikan modal baru biasanya diadakan pada waktu-waktu sesudah ‘revival’ dimana dirasakan kebutuhan adanya modal kerja yang relatif besar”. Kata “revival” ditulis ‘revival’

Tiap akhir kutipan ditulis diantara dua kurung nama pengarang, tahun terbitan dan halaman kutipan..


· FOOTNOTES dan ENDNOTES

Peneliti boleh menggunakan FOOTNOTES dan ENDNOTES ketika menulis kutipan.Cara penomeran FOOTNOTES adalah menulis nomor urut 1, 2, 3, dan seterusnya di akhir kutipan dan di belakang penulis kutipan dengan FONT SUPERCRIPT .

Contoh: 1Danila, Nevi, The Impact of Intervention On Inventory Control Mechanism, (Malang-Indonesia, Jurnal Akuntansi-Bisnis &Manajemen, 2001, p. 117 - 148)

Cara pengetikan endnotes

Dalam endnotes dicantumkan nama akhir pengarang, , tahun dan halaman. Contoh: “ The starting point in effective management is setting goals: objectives that a business hopes (and plans) to achieve.” (Griffin & Ebert, 1998, p. 111)
Sumber-sumber yang dikutip dapat berasal dari :
Buku;
Majalah/jurnal/CD ROM;
Surat kabar;
Ensiklopedi;
Web-site;

Sumber dari Buku

Satu Pengarang

Contoh : 1 Sjahrir, Analisis Bursa Efek, cetakan pertama, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1995, halaman 157. (Sjahrir, 1995, hal.157)

2 Guritno Mangkoesoebroto, Kebijakan Ekonomi Publik Di Indonesia : Substansi dan Urgensi, cetakan pertama, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1994, halaman 38 (Guritno, 1994, hal. 38)Buku ini ada anak atau sub judul

Dua Pengarang

Contoh : 1 Husnan, Suad dan Pudjiastuti, Enny, Dasar-dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas, edisi pertama, cetakan pertama, UPP-AMP YKPN, Yogyakarta, 1993, halaman 115 (Husnan & Pudjiastuti, 1993, hal. 115)
2………, Dasar-dasar Manajemen Keuangan, edisi pertama, cetakan pertama, UPP-SMP YKPN, Yogyakarta, 1993, halaman 191 (Husnan & Pudjiastuti, 1993, hal. 191)

Tiga Pengarang

Contoh : 1Rugman, Alan M., Donald J. Lecraw, and Laurence D. Booth, International Business Firm and Environment, 2 and Printing, Mc Graw Hill Book Company, Singapore, 1987, page 323 (Rugman, Lecraw and Booth, 1987, p.323)
2Engel, James f., Roger D. Blackwell dan Paul W. Miniard, (1990), Perilaku Konsumen, Terjemahan : Budijanto, Jilid 1, cetakan Pertama, Binarupa Aksara, Jakarta, 1995, halaman 127 (Engel, Blackwell and Miniard, 1995, hal. 127)
3 Eiteman, David K., Stonchill, Arthur I., Moffett, Michael H., Multinational Business Finance, ninth edition, Addison-Wesley Publishing Company, Inc, 2001, USA, p. 152 (Eiteman, Stonchill and Moffett, 2001, p. 152)

Pengarang lebih dari tiga

1Spriegel, M., et al, Statistics, Schaum Edition, Prentice Hall, New York, 1970, Page 90.
Artikel atau tulisan dalam buku kumpulan karangan
Untuk kutipan dari artikel atau tulisan yang dimuat dalam buku kumpulan artikel atau tulisan cara penulisannya sebagai berikut :

Contoh : 1Biagiono,Luis F., Joseph A. Lovely, “The Impact of Accounting on Managerial Performance “In Readings in Cost Accounting, Budgeting and Control, Ed, William E. Thomas, Jr, Fifth Edition, South-Western Publishing Co, Cincinnati,978, page 26-27.
2Ida Bagus Mantra dan Kasto, “Penentuan Sampel”, Dalam Metode Penelitian Survei Ed., Mari Singarimbun dan Sofyan Effendi, Edisi Revisi, LP3ES., Jakarta, 1989, halaman 155-171.

Tidak ada pengarang tertentu

Buku diterbitkan oleh sebuah nama Badan, Lembaga, Perkumpulan perusahaan dan sejenisnya, cara penulisan catatan kaki seperti dibawah ini. Contoh : 1Tim Koordinasi Pengembangan Akuntansi, Accountancy Development in Indonesia, Publication No. 9, Yogyakarta, 1992, halaman 305.

2Bank Indonesia, Laporan Mingguan (Weekly Report), No. 1855, 15 Desember 1994, BI Urusan Ekonomi dan Statistik, Jakarta, 1994 halaman 10.

Buku yang diterjemahkan

Dalam buku terjemahan yang dicantumkan tetap nama pengarang asli dan judul buku yang diterjemahkan, dibelakang judul buku ditulis nama penerjemahnya. Contoh : 1Kerlinger, Fred N., (1989), Asas-asas Penelitian Behavioral, Terjemahan : Landang M. Simatupang, edisi ketiga, Gajah Mada University Press, Yogyakarta, 1990, halaman 101.

2Wee Chow Hou, Lee Khai Sheang, dan Bambang Walujo Hidayat, (1991), Sun Tzu perang dan Manajemen, Terjemahan : Soesanto Boedidharmo, cetakan Kedua, PT. Elex Media Komputindo, Jakarta, 1992, halaman 256.

Sumber dari Majalah atau jurnal

Contoh :1Gatot Widayanto, “Strategic Cost Management : Tehnik Manajemen Biaya Untuk Transformasi Visi Bisnis Anda”, Manajemen dan Usahawan Indonesia, No. 02 Th XXIV Februari 1995, halaman 10-15.

2Chekulaev, Elena., “The Stolen Life Of Okada Yoshiyo, The Untold Story of How a Courageous Japanese Actress Survived in Stalin’s Russia”, ASIAWEEK February 23, 1994, halaman 50-57.3 Kasali, Rhenald, “ Fenomena Pop Marketing Dalam Konteks Pemasaran di Indonesia, Manajemen Usahawan Indonesia, No. 09/TH. XXXII September 2003, halaman 3

Sumber dari surat kabar

Contoh : 1Harian Republika, Senin, 1 Maret 2004, halaman 6.2Bisnis Indonesia, Selasa, 2 Maret 2004, halaman 5.
Sumber dari Ensiklopedi

1) Nama Pengarang diketahui Contoh :

1Magdalena Lumbantoruan dan B. Suwartoyo, Ensiklopedi Ekonomi, Bisnis dan M
manajemen, jilid 1, cetakan pertama, PT. Cipta Adi Pustaka, Jakarta, 1992, halaman 317.

Sumber dari Web-site:
Kutipan yang diperoleh dari web-site cara penulisan sumber dapat ditulis sebagai berikut:

(a) Tingkat inflasi Indonesia tahun 2003
http://www.bi.gi.id/bank_indonesia2/moneter/inflasi/ diakses pada hari: Jum’at, 5 Maret 2004.
(b) Rating Indonesia dari Standard & Poorhttp://www.standardpoor.com/ratings diakses 8 Setember 2004
.(c) Doyne Farmer and Andrew W. LO. 1999, Fronters of Finance: Evolution and Efficient Markets, April 11, 1999 (online) diakses 30 Agustus 2004(http://www.e-m-h.org/FaLo99b.pdf )
(d) Ragnar Nurkse, “Memahami Kemiskinan” online (http://www.kimpraswil.go.id/publik/P2KP/Des/memahami99.html) diakses, 25 Agustus 2004
(e) The NAIRU: Non-accelerating Inflation Rate of Unemployment, Juli 19, 2002, Semi-Daily Journal , Brad Delong’s, diakses 7 Setember 2004(http://econ161.bekerley.edu/movable_type/archives/000382.html)

· DAFTAR PUSTAKA

Isi

Daftar pustaka berisi sumber-sumber yang dipergunakan untuk penulisan Skripsi .
Susunan Daftar pustaka di susun menurut abjad nama pengarang, yang dapat ditulis nama orang, lembaga, badan dan lainnya.

Bentuk Bentuk susunan dalam daftar pustaka dapat disusun seperti berikut : 1) Nama pengarang asing dimulai dengan nama akhirnya, sedang pengarang lokal ditulis tetap. 2) Nomor halaman tidak perlu dicantumkan. 3) Nama pengarang mulai diketik pada margin kiri, sedangkan baris kedua dan selanjutnya diketik empat ketukan dari margin kiri dengan jarak pengetikan satu spasi. Antara sumber yang satu dengan sumber berikutnya berjarak dua spasi. Contoh : Daftar Pustaka

Azumi, K and J. Hage, Organization Systems, A Text Reader Inc Sociology Of Organization, D. C. Heath dan Company, London, 1980.Burns, T dan Stalker, G. M., The Management Of Innovation, Tavistock, London, 1984.

Clothier, Peter J., (1991), Meraup Uang Dengan Multi-Level Marketing : Pedoman Praktis Menuju Network Selling Yang Sukses, Terjemahan : T. Hermaya, Cetakan Ketiga, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1992.Etziomi, Amitai, (1991), Dimensi Moral Menuju Ilmu Ekonomi Baru, Terjemahan : Tjun Surjaman, Cetakan Pertama, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, 1992.

Farmer, J. Doyne and Lo, Andrew W. 1999, Frontiers of Finance: Evolution and Efficient Markets, online diakses 9 September 2004 (http://www.e-m-h.org/FaLo99b.pdf) Hadipranoto, Arsip, F., Kohesifitas Kelompok Sebagai Indikator Dasar Kekuatan Koperasi, Badan Penerbit Fakultas Psikologi UGM, Yogyakarta, 1988.Kerlinger, Fred N, (1989), Asas-asas Penelitian Behavioral, Terjemahan : Landung M. Simatupang, edisi ketiga, Gajah Mada University Press, Yogyakarta, 1990.

Littauer, Florence, (1994), Personality Plus, Terjemahan : Anton Adiwiyoto, Binarupa Aksara, Jakarta, 1995.

Maulana, A., Sistem Pengendalian Managemen, Cetakan Pertama, Bina Aksara, Jakarta, 1989.

Naisbitt, John, (1991), Global Paradox, Terjemahan : Budijanto, cetakan Pertama, Binarupa Aksara, Jakarta, 1994.Ohmae, Kenchi, (1991), Dunia Tanpa Batas, Terjemahan : FX. Budiyanto, cetakan pertama, Binarupa Aksara, Jakarta, 1991. Santoso ,Singgih; Tjiptono, Fandy (2002) Riset Pemasaran: Konsep dan Aplikasi dengan SPSS, cetakan kedua, PT Gramedia, Jakarta
Sugiyono (2003), Metode Penelitian Bisnis, cetakan kelima, CV Alfabeta, BandungWee Chow Hou, Lee Khai Sheang, Bambang Walujo Hidayat, (1991) Sun Tzu Perang dan Manajemen, Diterjemahkan : Soesanto Boedidharmo, cetakan Kedua, PT. Elex Media Komputindo, Jakarta, 1992.

Daftar pustaka

Daftar pustaka hanya memuat pustaka yang benar-benar diacu dalam skripsi dan disusun sebagai berikut :

1. Ke bawah menurut abjad nama utama atau nama keluarga penulis pertama.

2. Ke kanan :
a. Buku : penulis, tahun. Judul buku, jilid, terbitan ke, halaman, nama penerbit dan kota.
b. Majalah : penulis, tahun, judul tulisan, nama majalah (dengan singkatan resminya), julid dan halaman.

DAFTAR PUSTAKA

Assegaff,
1982, Jurnalistik Masa Kini: Pengantar Ke Praktek Kewartawanan, Jakarta, Ghalia Indonesia.
Muis, A.

1999, Jurnalistik Hukum Komunikasi Massa, Jakarta: PT. Dharu Annutama.
Kasman, Suf.

2004, Jurnalisme Universal: Menelusuri Prinsip-Prinsip Da’wah Bi Al-Qalam dalam Al-Qur’an, Jakarta, Penerbit Teraju

Romli, Asep Syamsul M.
2005, Jurnalistik Terapan: Pedoman Kewartawanan dan Kepenulisan, Bandung, Batic Press
Suhandang, Kustadi.

2004, Penngantar Jurnalistik: Seputar Organisasi, Produk, dan Kode Etik. Bandung, Penerbit Nuansa.

Sumadiria, AS Haris.
2005, Jurnalistik Indonesia: Menulis Berita dan Feature Panduan Praktis Jurnalis Profesional, Bandung, Simbiosa Rekatama Media.

Palapah dan Syamsudin.
1994, Diktat “Dasar-dasar Jurnalistik”
Asep Syamsul M. Romli, Jurnalistik Terapan: Pedoman Kewartawanan dan Kepenulisan, Bandung, Batic Press, 2005, hlm. 01.

Suf Kasman, Jurnalisme Universal: Menelusuri Prinsip-Prinsip Da’wah Bi Al-Qalam dalam Al-Qur’an, Jakarta, Penerbit Teraju, 2004, hlm. 22-23

AS Haris Sumadiria, Jurnalistik Indonesia: Menulis Berita dan Feature Panduan Praktis Jurnalis Profesional, Bandung, Simbiosa Rekatama Media, 2005, hlm. 02
Ibid hal, hlm. 03.

Op.cit, Suf Kasman, hlm. 23-24.
AS Haris Sumadiria, Jurnalistik Indonesia: Menulis Berita dan Feature Panduan Praktis Jurnalis Profesional, Bandung, Simbiosa Rekatama Media, 2005, hlm. 2-3
A. Muis, Jurnalistik Hukum Komunikasi Massa, Jakarta: PT. Dharu Annutama. 1999, hlm. 24-25

AS Haris Sumadiria, Jurnalistik Indonesia: Menulis Berita dan Feature Panduan Praktis Jurnalis Profesional, Bandung, Simbiosa Rekatama Media, 2005, hlm. 02.
Ibid.

Suf Kasman, Jurnalisme Universal: Menelusuri Prinsip-Prinsip Da’wah Bi Al-Qalam dalam Al-Qur’an, Jakarta:Penerbit Teraju, 2004, hlm. 23.

Assegaff, Jurnalistik Masa Kini: Pengantar Ke Praktek Kewartawanan, Jakarta:Ghalia Indonesia, 1982, 9-10.

Suhandang, Kustadi., Pengantar Jurnalistik: Seputar Organisasi, Produk, dan Kode Etik. Bandung:Penerbit Nuansa, 2004, hlm. 25-26.

resensi buku metode penelitian





Judul Buku : Metodologi Penelitian
Kuantitatif & kuanlitatif
Pengarang : Drs. Gempur Santoso, Drs., M.Kes
Penerbit : Prestasi Pustaka Publisher
Tahun : 2005
Tempat Penerbit : Jakarta
Halaman : 98 halaman

















RESENSI

Bab I

Pengertian & Proses Penelitian


Kegiatan penelitian mempunyai ciri sistematik, logis dan empiris

Pengertian Penelitian :

Penelitian Ilmiah adalah suatu proses pemecahan masalah dengan menggunakan prosedur yang sistematis, logis, dan empiris sehingga akan ditemukan suatu kebenaran
Hasil penelitian ilmiah adalah kebenaran atau pengetahuan ilmiah, Penelitian ilmiah yang selanjutnya disebut penelitian atau riset (research) memiliki cirri sistematis, logis, dan empiris. Sistematis artinya memiliki metode yang bersistem yakni memiliki tata cara dan tata urutan serta bentuk kegiatan yang jelas dan runtut. Logis artinya menggunakan perinsip yang dapat diterima akal. Empiris artinya berdasarkan realitas atau kenyataan. Jadi penelitian adalah proses yang sistematis, logis, dan empiris untuk mencari kebenaran ilmiah atau pengetahuan ilmiah.
Sumbangan penelitian kepada ilmu pengetahuan dan tekhnologi adalah dari suatu penelitian akan dihasilkan fakta-fakta empiris, pengujian kebenaran konsep, beberapa proposisi dan beberapa teori.

Proses Utama Penelitian

Ciri-ciri penelitian ilmiah adalah sistematis, logis dan empiris. Berdasarkan cirri-ciri tersebut penelitian dapat dilakukan dengan dua pendekatan, yakni : pendekatan rasional-empiris (deduktif/kuantitatif) dan pendekatan empiris rasional (induktif/kualitatif).


Bab II

Masalah Penelitian


Dalam menentukan dan menyatakan masalah penelitian dapat menggunakan beberapa ketentuan sebagai berikut :
Berupa kalimat pertanyaan (deklaratif)
Obyektif
Menunjukkan dimensi tempat, waktu dan kecendrungan (trends)
Keterangan dimensi subyek (pada siapa hal itu terjadi lebih spesifik lebih baik, missal : jenis kelamin, kelompok umur dan sebagainya.
Spesifikasi (keunikan) masalah penelitian ini (hindarkan sesuatu dari yang sudah diketahui/ditemukan orang lain)
Masalah penelitian ini adalah masalah empiris. Masalah penelitian merupakan kesenjangan anatara harapan dan kenyataan yang ada.

Kajian Masalah

Pada kajian masalah atau identfakasi masalah dapat langsung ditulis apa masalah yang akan dikaji. Penulis harus melakukan :review, analisisterhadap masalah yang timbul dengan menggunakan teori (landasan berpikir teori).

Permasalahan (Rumusan Masalah)

Rumusan masalah dapat ditulis dengan kalimat Tanya, bias satu masalah atau lebih. Kreteria masalah yang baik adalah :
Mempunyai kontribusi dan praktis, artinya hasil penelitian namtinya memberikan kontribusi atau andil yang jelas di bidang profesi atau keilmuan.
Mempunyai derajat keunikan dan keaslian. Menemukan keaslian permasalahan sangat penting,
Layak dilakukan, melaksanakan penelitian memeerlukan waktu, biaya, sarana dan prasarana.


Bab III

Landasan Teori dan Hipotesis

Landasan Teori

Landasan teori diperoleh dari studi perpustakaan. Landasan teori penelitian dirumuskan setelah permasalahan penelitian dirumuskan. Landasan teori penelitian perlu dirumuskan untuk menghindari bahwa kegiatan penelitian tidak bersifat coba-coba (trial-error). Pentingnya landasan teori studi kepustakaan bagi peneliti, secara singkat dapat dijelaskan sebagai berikut :
Mendapat landasan teori dalam menyususn kerangka teori dan hipotesis
Memperoleh bastraksi (informasi) tentang penelitian sejenis yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti.
Memperoleh metode (tekhnik) atau pendekatan pemecahan masalah yang digunakan
Sebagai sumber data sekunder
Mengetahui histories dan perpektif permasalahan penelitiannya.
Memperoleh informasi cara menganalisa (evaluasi)
Memperkaya ide baru
Mengetahui siapa saja peneliti lain dan pengguna di bidang yang sama

Kutipan pada landasan teori harus diambil dari sumber primernya. Oleh karena itu kegiatan dalam menyususn landasan teori tidak hanya sekedar pemaparan beberapa pendapat, namun seharusnya adalah :
Pemaparan
Didiskusikan
Eksplisit dan sikap peneliti

Menyusun Hipotesis

Hipotesis merupakan jawabanResearch Question yang diajukan. Hipotesis berasal dari kata hipo (=lemah) dan tesis (pernyataan). Pernyataan yang masih lemah perlu diuji apakah hipotesis dapatditerima atau tidak.
Untuk dapat menyususn hipotesis yang tepat, perlu memperhatikan hal berikut :
Proposisi
Baru

Kegunaan Hipotesis adalah :
Memberikan batas atau lingkup atau jangkauan penelitian
Menyiagakan peneliti agar tepat memilih data apa yang perlu dikumpulkan dan yang tidak perlu
Memfokuskan data yang bercerai berai
Sebagai panduan memilih metode analisis data


Bab IV

Variabel


Variabel merupakan karakteristik atau keadaan atau kondisi pada suatu onyek yang mempunyai variasi nilai.Fungsi variable dapat dibedakan atas tiga fungsi, yakni variable sebab, variable penghubung, dan variable akibat.


Bab V

Rancangan Penelitian

Rancangan penelitian dirumuskan setelah terlbih dahulu tujuan dan hipotesis dan penelitian dirumuskan.
Tahapan perencanaan penelitian :
Identifikasi atau pemilihan atau rumusan permasalahan penelitian termasuk tujuan , definisi, asumsi, dan lingkup penelitian
Studi perpustakaan
Merumuskan hipotesis penelitian
Identifikasi atau klasiikasi variable penelitian dan definisi
Tahapan pelaksanaan penelitian meliputi :
Menyususn rancangan penelitian
Menentukan alat pengambilan data
Mengumpulkan, tabulasi, dan analisis data
Kesimpulan penelitian

Manfaat dari rancangan penelitian antara lain : Sebagai kerangka operasional (blue-print). Menegaskan kedalaman dan keluasan penelitian, memperkirakan Kesulitan yang akan dihadapi dan rencana alternative penyelesaiannya dan mengetahui keterbatasan atau kelemahan hasil penelitian.

Jenis Rancangan Penelitian

Berikut ini akan disajikan beberapa jenis rancangan penelitian berdasarkan pengelompokan sifat permasalahan, antara lain :
Penelitian histories
Penelitian deskriptif
Penelitian perkembangan
Studi kasus
Penelitian korelasional
Penelitian kausal-komparatif
Penelitian eksperimen sungguhan
Penelitian tindakan

Rancangan penelitian ditinjau dari dasar analisis data yang akan digunakan, dapat dibedakan menjadi dua jenis, yakni : Penelitian deskriptif dan penelitian analisis

Rancangan Penelitian Eksperimental

Persoalan pokok pada penelitian dan eksperimental adalah kejadian yang terjadi karena adanya intervensi pada alam yang telah ada oleh peneliti.
Pada rancanganekperimental terdapat tiga prinsip yang harus dipenuhi, yakni adanya replikasi randomisasi, dan control. Unit eksperimen adalah unit material, kepada siapa suatu perlakuan dikenakan. Perlakuan adalah suatu prosedur atau kondisi yang efeknya akan diukur.
Replikasi adalah banyaknyaunit eksperimen yang mendapat perlakuan sama pada kondisi tertentu.
Randomisasi adalah proses untuk mewujudkan keadaan random.

Jenis Rancangan Penelitian Eksperimental

Telah disebutkan bagian sebelumnya, bahwa rancangan penelitian ada tiga jenis, yakni : eksperimental sungguhan (true –eksperimental), pra-eksperimental (pre-eksperimental) dan eksperimental semu (quasi-eksperimental)



Bab VI

Teknik Sampling dan Ukuran Sampel

Pengertian Sampel, adalah himpunan bagian atau bagian dari populasi. Pengertian populasi adalah keseluruhan atau himpunanobyek dengan ciri yang sama.

Kesimpulan penelitian pada hakekatnya adalah generalisasi dari sample menuju populasi.

Persyaratan tahap sampling harus dipenuhi agar generalisasi dapat menjadi maksimal, beberapa persyaratan tersebut antara lain :
digunakan prinsip probalitas (random sampling)
jumlah sample memadai
cirri-ciri populasi dipenuhi secara ketat
variasi antar populasi sekecil mungkin

Teknik Sampling atau cara pengambilan sample dari populasi secara garis besar dibedakan menjadi dua cara, yakni :
- Random sampling (probality sampling)
- Non Random Sampling (non-probality sampling)

Beberapa metode random sampling adalah sebagai berikut :
Simple Random Sampling
Systematic Random Sampling
Stratified Random sampling
Cluster/Area Random Sampling
Multistage random Sampling

Besar sample (sample size) pada dasarnya sample size digunakan ubtuk mengestimasi jumlah sample replikasi yang akan dilakukan peneliti.
Pada sampling design dan sample size yang terpenting adalah representative yang mapan untuk dapat digeneralisasikan ke populasi.


Bab VII

Instrumen dan Skala Data

Intrumen

Kualitas data sangat enentukan kualitas penelitian. Kualitas data tergantung dari kualitas alat (intrumen) yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Pada dasarnya terdapat dua kategori instrument yang digunakan dalam penelitian, yakni :
Intrumen digunakan untuk memperoleh informasi atau data tentang keadaan obyek atau proses yang diteliti
Instrumen digunakan untuk mengontrol obyek atau proses yang diteliti

Prinsip pemilihan instrument penelitian adalah memahami sepenuhnya tujuan penelitian. Sayarat instrument penelitian yang baik digunakan untuk mengontrol maupun mengukur variable, yakni : akurasi (accuracy), Presisi (precision) dan peka (sensitivity)

Kualifikasi data

Berdasarkan skala, data hasil pengukuran dapat diklasifikasikan atas 4 macam skala, yakni: data skala nominal, ordinal, interval, rasio

Penyajian Data

Penyajian data dan analisis data tergantung dari jenis datanya. Apabila data kualitatif yang tidak dinyatakan dengan angka, maka metode statistika tidak dapat digunakan.

Bab VIII

Pengumpulan Data Dengan Kuesioner dan wawancara


Pengumpulan data dengan teknik komunikasi dapat dilakukan dengan metode kuesioner dan wawancara

Kuesioner

Berdasarkan sasaran dan bentuk jawaban, kualifikasi kuesioner dapat dibedakan sebagai berikut :
Kuesioner berdasarkan sasaran
Kuesioner berdasarkan bentuk

Wawancara :

Wawancara memerlukan syarat penting yakni terjadinya hubungan yang baik dan demikratis antara responden dengan penanya ( I am good, you are good ).
Klasifikasi wawancara berdasarkan cara menjawab responden sebagai berikut :
Bebas (tak terpimpin / unguided).
Bebas terpimpin (focused interview)
Terpimpin (controlled / structured interview)


Bab IX

Pemilihan Uji Statistik



Pemilihan uji statitistik dilakukan setelah tujuan penelitian dirumuskan secara tepat, sederhana, dan jelas. Penelitian yang bertujuan mencari hubungan digunakan uji korelasi, dan penelitian yang bertujuan untuk mengukur pengaruh antara variable digunakan uji regresi.

Minggu, 30 September 2007

BIOTEKNOLOGI
Teori Sel Batang Dewasa Dinyatakan Salah



MINNEAPOLIS – Satu lagi teori dalam dunia bioteknologi dipatahkan dan dianggap salah. Kali ini mengenai fungsi sel batang. Sel batang alias stem cell orang dewasa ternyata tidak sama baiknya dengan sel batang embrio.
Kesimpulan sebelum ini yang diambil Catherine Verfaillie dari University of Minnesota bahwa sel batang dewasa juga sama bermanfaatnya dengan sel batang embrio dipatahkan oleh fakta teranyar belum lama ini..
Tahun 2002, Verfaillie dan timnya mengira bahwa sel batang orang dewasa dapat berfungsi sama dengan sel batang embrio. Verfaillie melakukan studi terhadap sel batang sumsum tulang dewasa tikus.
Memang benar sel tersebut dapat menumbuhkan jaringan biologi seperti otak, jantung, paru-paru, dan hati. Namun sejauh ini, hanya sel batang embrio yang mampu membentuk kembali jaringan yang rusak di tahap awal pembentukan. Ini yang dikenal sebagai kemampuan regenerasi.
Pada tahun 2002, para ilmuwan meyakini bahwa teknologi sel batang kelak mampu berjalan tanpa adanya perusakan embrio. Dengan begitu, sel batang dewasa dapat dipakai sama baiknya dengan sel batang embrio. Namun faktanya seiring dengan berjalannya waktu, ilmuwan menemukan cacat pada teori tersebut.
Pada majalah New Scientist teranyar, dikemukakan bahwa ide memakai sel batang dewasa adalah sebuah kesalahan. “Interprestasinya didasarkan pada data dan manuskrip yang berpotensi salah,” demikian ungkap New Scientist.
Adalah sebuah panel para pakar bioteknologi yang dibentuk oleh University of Minnesota yang menyimpulkan bahwa kesalahan terletak pada proses identifikasi jaringan dari sel batang dewasa. Jika proses tersebut salah, semua data dan manuskripnya otomatis juga salah.
Tim Mulcahy, Wakil Presiden Riset di University of Minnesota menyatakan bahwa studi Vervaillie masih membutuhkan kelanjutan dan dapat dibantah. “Komunitas ilmuwan bisa tetap berpegang pada opini mereka, dan temuan Verfaillie bebas untuk dibantah berdasarkan studi ilmiah,” jelas Mulcahy seperti yang dikutip AP belum lama ini.
Riset Verfaillie diawali setelah seorang penulis dari New Scientist menyebut adanya duplikasi data tahun 2002 di jurnal Nature dalam paper Verfaillie pada saat yang sama di jurnal berbeda. Padahal yang dibahas adalah sel yang berbeda.
Dr. Diane Krause dari Yale University yang juga memusatkan diri pada studi penggunaan sumsum tulang sebagai alternative sel batang embrio menganggap bahwa Verfaillie cukup dapat dipercaya. “Ia adalah salah satu ilmuwan yang paling berhati-hati yang saya kenal,” ungkap Krause. Verfaillie sendiri masih menolak untuk memberi keterangan pada media ikwal terbantahkannya teorinya tersebut.(mer)

Kecerdasan logika

Kecerdasan logika adalah kemampuan untuk memecahkan suatu masalah atau menjawab suatu pertanyaan ilmiah.

Logika digunakan untuk memecahkan suatu masalah saat seseorang;

  • menjabarkan masalah itu menjadi langkah-langkah yang lebih kecil, dan menyelesaikannya sedikit demi sedikit, serta membentuk pola/ menciptakan aturan-aturan (rumus).
  • menggunakan metode ilmiah dalam menjawab suatu pertanyaan. Metode ilmiah ini secara singkat berarti membuat hipotesa, menguji hipotesa dengan mengumpulkan data untuk membuktikan/ menolak suatu teori, dan mengadakan eksperimen untuk menguji hipotesa tersebut.

Kecerdasan menggunakan logika

Seseorang dengan kecerdasan logika akan memiliki salah satu/lebih kemampuan di bawah ini:

  • memahami angka serta konsep-konsep matematika (menambah, mengurangi, mengali, dan membagi) dengan baik.
  • mengorganisasikan/ mengelompokkan kata-kata/ materi (barang)
  • mahir dalam menemukan pola-pola dalam kata-kata dan bahasa.
  • menciptakan, menguasai not-not musik, dan tertarik mendengarkan pola-pola dalam jenis musik yang berbeda-beda.
  • menyusun pola dan melihat bagaimana sebab-akibat bekerja dalam ilmu pengetahuan. Hal ini termasuk kemampuan untuk memperhatikan detil, melihat pola-pola dalam segalanya, mulai dari angka-angka hingga perilaku manusia, dan mampu menemukan hubungannya
    • Contoh 1: seseorang yang menghabiskan waktu di dapur menggunakan logikanya untuk menerka berapa lama waktu untuk memanggang sesuatu, menakar bumbu, atau merenungkan bagaimana caranya menghidangkan semua makanan agar siap dalam waktu yang bersamaan
    • Contoh 2: seorang detektif kriminal menggunakan logikanya untuk mereka ulang kejadian pada kasus kejahatan dan mengejar tersangka pelaku.
  • menciptakan visual (gambar) untuk melukiskan bagaimana ilmu pengetahuan bekerja, termasuk menemukan pola-pola visual dan keindahan ilmu pengetahuan (contohnya: menguraikan spektrum cahaya dalam gambar, menggambarkan bentuk-bentuk butiran salju, dan mahluk bersel satu dari bawah mikroskop), mengorgansisasikan informasi dalam tabel dan grafik, membuat grafik untuk hasil-hasil eksperimen, bereksperimen dengan program animasi komputer.
  • menentukan strategi dalam permainan-permainan yang memerlukan penciptaan strategi (contohnya catur, domino) dan memahami langkah-langkah lawan.
  • memahami cara kerja dan bahasa komputer termasuk menciptakan kode-kode, merancang program komputer, dan mengujinya.

Minggu, 23 September 2007

Penulisan skripsi untuk semua jenis penelitian di sajikan dalam lima bab sebagai berikut:

Bab I

: Pendahuluan

Bab II

: Tinjauan Pustaka

Bab III

: Metode Penelitian

Bab IV

: Hasil Penelitian dan Bahasan

Bab V

: Simpulan dan Saran


Setiap penulisan dari bab ke bab dianggap perlu untuk menyajikan alinea pembuka/penghubung berisi uraian pengantar yang menjelaskan keterkaitan bab yang bersangkutan dengan bab sebelumnya. Alinea penghubung ini ditulis dalam alinea pertama dari setiap awal bab.
Adapun penjelasan secara rinci sebagai berikut :

I. PENDAHULUAN
a. Latar Belakang Permasalahan
b. Rumusan Permasalahan
c. Tujuan dan Kegunaan Penelitian

PENJELASAN
a. Latar Belakang Permasalahan

1) Latar Belakang Permasalahan merupakan penjelasan fenomena yang diamati dan menarik perhatian peneliti dan bukan merupakan alasan pemilihan judul.

2) Latar Belakang Penelitian apabila memungkinkan dapat didukung oleh data penunjang, yang dapat digali dari sumber utama dan/atau sumber kedua seperti Biro Pusat Statistik, hasil penelitian terdahulu, jurnal dan internet

3) Latar Belakang Penelitian memuat hasil penelitian terdahulu (dari jurnal) dengan menyebutkan sumber jurnal yang dipakai sebagai referensi.

4) Apabila perusahaan (sebagai sumber utama) belum menyajikan laporan keuangan, misalnya rasio keuangan (financial ratio), maka dalam Latar Belakang Penelitian disajikan minimal 3 periode atau tahun.

b. Rumusan Permasalahan

1) Rumusan permasalahan disajikan secara singkat dalam bentuk kalimat tanya, yang isinya mencerminkan adanya permasalahan yang perlu dipecahkan atau adanya permasalahan yang perlu untuk dijawab.

2) Rumusan permasalahan merupakan inti penelitian, sehingga bisa dipakai pertimbangan menyusun judul dan hipotesa

c. Tujuan dan Kegunaan Penelitian

1) Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian merupakan sasaran yang hendak dicapai oleh peneliti sebelum melakukan penelitian dan mengacu pada permasalahan. Berikut ini beberapa contoh cara pengungkapan tujuan penelitian yang umumnya diawali dengan kalimat tujuan penelitian adalah untuk …………. atau penelitian ini bertujuan untuk …………………dan sebagainya.

2) Kegunaan Penelitian
Kegunaan penelitian, menguraikan kontribusi yang diharapkan dari hasil penelitian itu sendiri.

Back

2. TINJAUAN PUSTAKA

a. Kerangka Teori
b. Hipotesis Penelitian

PENJELASAN

a. Kerangka Teori

1) Kerangka teori sebaiknya menggunakan acuan yang berhubungan dengan permasalahan yang diteliti dan acuan-acuan yang berupa hasil penelitian terdahulu (bisa disajikan di Bab II atau dibuat sub-bab tersendiri)

2) Cara penulisan dari subbab ke subbab yang lain harus tetap mempunyai keterkaitan yang jelas dengan memperhatikan aturan penulisan pustaka.

3) Penulisan nama pengarang dalam Endnotes atau Footnotes yang bersumber dari kepustakaan tidak perlu mencantumkan gelar akademik.

4) Untuk memperoleh hasil penelitian yang baik, studi pustaka harus memenuhi prinsip kemutakhiran dan keterkaitannya dengan permasalahan yang ada. Apabila menggunakan literatur dengan beberapa edisi, maka yang digunakan adalah buku dengan edisi terbaru, jika referensi tidak terbit lagi, referensi tersebut adalah terbitan terakhir. Dan bagi yang menggunakan Jurnal sebagai referensi pembatasan tahun terbitan tidak berlaku.

5) Semakin banyak sumber bacaan, semakin baik, dengan jumlah minimal 10 (sepuluh) sumber, baik dari teks book atau sumber lain misalnya jurnal, artikel dari majalah, Koran, internet dan lain-lain.

6) Pedoman kerangka teori di atas berlaku untuk semua jenis penelitian.

7) Dalam kerangka teori, peubah dicantumkan sebatas yang diteliti dan dapat dikutip dari dua atau lebih karya tulis/bacaan.

8) Teori bukan merupakan pendapat pribadi (kecuali pendapat tersebut sudah ditulis di BUKU)

9) Pada akhir kerangka teori bagi penelitian korelasional disajikan model teori, model konsep (apabila diperlukan) dan model hipotesis pada subbab tersendiri, sedangkan penelitian studi kasus cukup menyusun Model teori dan beri keterangan. Model teori dimaksud merupakan kerangka pemikiran penulis dalam penelitian yang sedang dilakukan. Kerangka itu dapat berupa kerangka dari ahli yang sudah ada, maupun kerangka yang berdasarkan teori-teori pendukung yang ada. Dari kerangka teori yang sudah disajikan dalam sebuah skema, harus dijabarkan jika dianggap perlu memberikan batasan-batasan, maka asumsi-asumsi harus dicantumkan.

b. Hipotesis Penelitian
Jika penelitian bersifat korelasional maka:

1) Hipotesis penelitian beraspek empiris disajikan pada akhir bab II dalam sub-sub tersendiri dengan memperhatikan teori pendukungnya, sedangkan hipotesis penelitian beraspek statistik disajikan dalam bab III.

2) Apabila analisis data (akhir bab IV) direncanakan tidak untuk menganalisis data secara luas baik masalah utama (mayor) maupun bagian-bagiannya (minor) maka dalam hipotesis tidak perlu dicantumkan hipotesis mayor dan minor.

3) Hipotesis harus berlandaskan teori, jika ingin mengubah harus mencantumkan alasan mengapa merubah teori tersebut.

Back

3. METODE PENELITIAN

a. Jenis Penelitian
b. Peubah dan Pengukuran
c. Populasi dan Sampel
d. Metode Pengumpulan Data
e. Metode Analisis

PENJELASAN
a. Jenis Penelitian
Penelitian bisa bersifat kuantitaif maupun kualitatif, misalnya:

a) Historis;
b) Deskriptif;
c) Perkembangan;
d) Kasus dan penelitian lapangan;
e) Korelasional;
f) Kausal komparatif;
g) Eksperimen murni;
h) Eksperimen semu;
i) Kaji tindak.

1) Pemilihan jenis penelitian dilakukan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan berikut :

a) Daya tarik permasalahan;
b) Kesesuaian dengan kemampuan dan latar belakang pendidikan;
c) Tersedianya alat dan kondisi kerja;
d) Kesesuaian dengan kemampuan untuk mengumpulkan data yang diperlukan;
e) Kesesuaian dengan waktu, tenaga dan biaya;
f) Resiko kegagalan.

2) Jenis penelitian dimaksud dapat dilacak dari judul, latar belakang permasalahan dan tujuan penelitian, sehingga dapat dijelaskan alasan penentuan jenis penelitian tertentu tanpa menyajikan definisi jenis penelitian itu sendiri.


b. Peubah dan Pengukuran

1) “Peubah (Variable) merupakan suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya.” ( Sugiyono, 2003, 32)

2) Peubah harus terukur

c. Populasi dan Sampel

1) “Populasi merupakan sekumpulan orang atau objek yang memiliki kesamaan dalam satu atau beberapa hal dan yang membentuk masalah pokok dalam suatu riset khusus. Populasi yang akan diteliti harus didefinisikan dengan jelas sebelum penelitian dilakukan.” (Santoso & Tjiptono, 2002, 79)
2) “ Sampel adalah semacam miniatur (mikrokosmos) dari populasinya” (Santoso & Tjiptono, 2002, 80)


d. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data misalnya:

1) “Wawancara dapat dilakukan secara terstruktur maupun tidak terstruktur, dan dapat dilakukan melalui tatap muka (face to face) maupun dengan menggunakan telpon.
2) Kuesioner (angket) dapat dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.
3) Observasi merupakan suatu proses yang komplek , suatu proses yang tersusun dari pelbagai proses biologis dan psikologis. Dua di antara yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan.” (Sugiyono, 2003, 130-141)

e.

Metode Analisis
Metode analisis disesuaikan dengan Rumusan Permasalahan pada Bab I

Jika metode analisis menggunakan regresi dengan Ordinary Least Square (OLS) Estimators, maka uji asumsi klasik harus dilakukan. Lihat buku "Ekonometrika Dasar" oleh Damodar Gujarati alih bahasa Sumarno Zain, 2000.

Back

4. HASIL PENELITIAN DAN BAHASAN

a. Penyajian Data
Pada subbab ini dipaparkan data yang ada relevansinya dengan topik skripsi.

b. Analisis Data dan Interpretasi

Back

5. SIMPULAN DAN SARAN
a. Simpulan
b. Saran

PENJELASAN

a. Simpulan menjelaskan butir-butir temuan (hasil penelitian dan bahasan) yang disajikan secara singkat dan jelas.

b. Saran-saran merupakan himbauan kepada instansi terkait maupun peneliti berikutnya yang berdasarkan pada hasil temuan. Saran sebaiknya selaras dengan topik penelitian

Lampiran: memuat hal-hal atau informasi yang mendukung bab-bab sebelumnya, misalnya: data (hasil Questionaire, data time series), Laporan Keuangan perusahaan (Neraca, R/L dsb), informasi yang terkait dengan hasil (misal: olahan komputer, diskripsi , hasil uji validitas dan reliabilitas) dsb.

Struktur Penelitian Ilmiah Biologi

1. Buatlah uraian tentang metode ilmiah (untuk biologi)

Jawab :

Sruktur Metode Ilmiah

Suatu penelitian akan berhasil dengan baik apabila dilakukan sesuai dengan struktur metode ilmiah. Struktur metode ilmiah memiliki beberapa langkah yang terdiri atas perumusan masalah, pembuatan kerangka berpikir, penarikan hipotesis, pengujian hipotesis dan penarikan kesimpulan.

Berikut ini penjelasan masing-masing langkah metode ilmiah :

a. Perumusan Masalah

Menurut Ritchie Colder, proses kegiatan ilmiah dimulai saat manusia tertarik pada sesuatu. Ketertarikan ini karena manusia mempunyai sifat perhatian. Pada saat manusia tertarik pada sesuatu, sering dalam pikirannya timbul berbagai pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan itu menurut John Dewey dinamakan sebagai suatu masalah. Jadi peumusan masalah merupakan langkah untuk mengetahui masalaha yang akan dipecahkan sehingga masalah tersebut menjadi jelas batasan, kedudukan dan alternative cara untuyk memecahkan masalah tersebut. Perumusan masalah juga berarti pertanyaan mengenai suatu obyek serta dapat diketahui factor-faktor yang berhubungan dengan objek tersebut.

b. Penyusunan Kerangka Berpikir/Dasar Teori/Landasan Teori

Penyusunan kerangka berpikir merupakan argumentasi yang menjelaskan hubungan antara berbagai factor yang berkaitan dengan objek dan dapat menjawab permasalahan. Kerangka berpikir disusun secara rasional berdasarkan penemuan-penemuan ilmiah yang telah teruji kebenarannya. Penyususnan kerangka berpikir menggunakan pola berpikir logis, analisis, dan sintesis atau keterangan-keterangan yang diperoleh dari berbagai sumber informasi. Keterangan dalam menyeusun suatu kerangka berpikir dapat diperoleh dari buku-buk

u, laporan hasil penelitian orang lain, wawancara dengan pakar, atau melalui pengamatan langsung dilingkungan. Keterangan-keterangan tersbeut akan menghasilkan suatu kerangka berpikir. Kerangka berpikir ini berguna sebagai dasar penarikan hipotesis.

c. Penarikan Hipotesis

Hipotesis merupakan dugaan atau jawaban sementara terhadapa permasalahan atau pertanyaan yang diajukan berdasarkan kesimpulan kerangka berpikir. Dikatakan sebagai jawaban sementara sebab hipotesis ini baru mengandung kebenaran yang bersipat logis dan teoritis. Namun kebenarannya belum bersifat empiris karena belum terbukti melalui eksperimen. Padahal setelah disepakati bahwa kebenaran ilmu harus mengandung kebenaran yang bersifat logis dan empiris. Penyususnan hepotesis dapat berdasarkan hasil penelitian sebelumnya yang pernah dilakukan oleh orang lain. Dalam penelitian setiap orang berhak menyususn hipotesis tidak hanya terbatas oleh sekelompok orang saja.

d. Pengujian Hipotesis

Langkah selanjutnya adalah menguji hipotesis Pengujian hipotesis dilakukan dengan menganalisis data. Data dapat diperoleh melalui berbagai cara, salah satunya melalui percobaan atau eksperimen. Percobaan yang dilakukan akan menghasilkan data berupa angka untuk memudahkan penarikan kesimpilan. Pengujian hipotetsis juga berarti mengumpulkan bukti-bukti atau fakta-fakta yang relevan dengan hipotesis yang diajukan untuk memperlihatkan apakah terdapat fakta-fakta yang mendukung hipotesis.

e. Penarikan Kesimpulan

Penarikan kesimpulan merupakan penilaian apakah sebuah hipotesis yang diajukan itu ditolak atau diterima. Jika dalam proses pengujian terdapat bukti yang cukup untuk mendukung hipotesis, maka hipotesis itu diterima. Sebaliknya jika dalam proses pengujian tidak terdapat bukti yang cukup mendukung hipotesis, maka hipotesis itu ditolak. Hipotesis yang diterima dianggap sebagai bagian dari pengetahuan ilmiah sebab telah memenuhi persyaratan keilmuan. Syarat keilmuan yakni mempunyai kerangka penjelasan yang kensisten dengan pengetahuan ilmiah sebelumnya, serta telah teruji kebenarannya. Teruji kebenarannya berarti tidak ditemikan bukti yang bertentangan.

Dalam metode ilmiah seluruh langkah-langkah diatas harus dilakukan agar suatu penelitian dapat disebut ilmiah. Langkah-langkah tersebut harus dilakukan secara urut dan benar, karena langkah yang satu merupakan dasar bagi langkah berikutnya. Langkah-langkah yang telah disebutkan diatas harus digunakan sebagai landasan utama dalam penelitian, walau terkadang terjadi berbagai variasi yang berkembang sesuai dengan bidang dan permasalahan yang diteliti.

Berikut ini merupakan uraian metode ilmiah biologi :

No.

Struktur Metode Ilmiah

Penerapan langkah-langkah Metode Ilmiah

1.

Perumusan masalah

Apakah benar makhluk hidup berasal dari benda mati (abiogenesis)?

2.

Penyusunan kerangka berfikir

Dari berbagai informasi dan membaca teori abiogenesis serta hasil penelitian para ilmuan pendukungnya yang dikembangkan secara logis, analisis dan sintesis maka tidak masuk akal jika makhluk hidup berasal dari benda mati

3.

Penarikan hipotesis

Makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya.

4.

Pengujian hipotesis

Melakukan percobaan dengan beberapa labu dengan leher labu berbentuk S, yang masing-masing diiisi air kaldu yang telah dididihkan dan disterilkan. Setelah didiamkan selama beberapa hari tidak terdapak makhluk hidup baru didalam kaldunya. Kemudian salah satu labu itu air kaldunya dialirkan ke leher labu itu. Setelah mendapat perlakuan seperti itu barulah terdapat microorganisme didalam air kaldu.

5.

Penarikan kesimpulan

Microorganisme yang terdapat dalam air kaldu itu berasal dari microorganisme yang mengapung diudara yang terbawa masuk pada saat air kaldu dialirkan keleher labu. Jadi makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya.

BENARKAH MAKHLUK HIDUP BERASAL DARI BENDA MATI

Menurut para ahli makhluk hidup berasal dari benda mati yang kita kenal dengan teori Abiogenesis. Namun seiring berjalannya waktu para ilmuan mulai mengetahui bahwa tidak mungkin makhluk hidup berasal dari benda mati melainkan makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya, oleh karena itu Louis Pasteur Ahli biokimia dan Microbiologi dari Perancis mencoba membuktikannya. Begitu juga dengan saya yang ingin membuktikan kebenarannya.

Makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya, untuk itu kita akan membuktikannya dengan cara mendidihkan labu yangberisi kaldu tetapi leher labu itu tidak ditutup rapat-rapat melainkan di bentuk seperti huruf “S” sehingga ujungnya tetap terbuka. Sekarang udara segar dapat mencapai bagian dalam labu itu , tetapi Pasteur berpendapat bakteri atau mikroorganisme apapun yang mengapung didalam udara tersebut akan terjebak dalam leher labu yang panjang. Ternyata dengan keadaan yang demikian air kaldunya tetap steril. Sampai ketika air kaldu itu di alirkan keleher labu lalu mengembalikannya kembali. Setelah mendapat perlakuan seperti itu maka setelah beberapa hari makhluk hidup atau mikroorganisme mulai tumbuh di dalam kaldu namun pada labu yang tidak mendapat perlakuan seperti itu tetap tidak terdapat mikroorganisme.

Makhluk hidup yang ada didalam air kaldu berasal dari mikroorganisme yang ada di dalam udara yang ikut masuk pada saat air kaldu di alirkan keleher labu. Jadi , makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya .

  1. Apa hubungan antara teori dengan penelitian ilmiah !

Jawab : hubungan antara teori dengan penelitian ilmiah adalah teori merupakan hasil dari penelitian ilmiah. Penelitian ilmiah yang diterima dan didukung akan berkembamg menjadi suatu teori yang kemudian menjadi prinsip. Dalam melakukan penelitian ilmiah kita memerlukan teori-teori yang sudah ada sebelumnya untuk menjadi referensi kita dalam melakukan penelitian ilmiah agar penelitian ilmiah kita dapat mengembangkan teori yang sudah ada atau menciptakan teori yang baru dengan bukti-bukti yang benar dan dapat dipertanggung jawabkan. Dengan penelitian ilmiah kita juga dapat membuktikan apakah teori kita benar atau salah. Jadi , teori dengan penelitian ilmiah sangat berkaitan satu sama lain. Teori dibutuhkan untuk mendukung penelitian ilmiah yang kemudian akan berkembang menjadi teori yang benar dan dapat di pertanggung jawabkan kebenarannya.

3. Mengapa harus mencantumkan sumber (identitas orang, judul dan waktu atau tahun penelitian ) saat kita mengutip teori atau kesimpulan orang lain kedalam penelitian kita.

Jawab :

Agar kutipan atau kesimpulan yang kita ambil tersebut merupakan teori yang dapat dicari kebenarannya dengan fakta yang ada berupa sumber atau pengarang yang kita ambil kutipannya, selain itu kita juga dapat menghargai karya orang lain, dan juga dengan mencantumkan identitas teori yang kita ambil dapat diketahui bahwa teori itu bukan merupakan karangan kita sendiri, serta dapat mempermudah si pembaca mengetahui sumber penelitian kita.